Materi J.611000.011.02 MEMASANG PERANGKAT JARINGAN KE DALAM SISTEM JARINGAN

Materi J.611000.011.02 MEMASANG PERANGKAT JARINGAN KE DALAM SISTEM JARINGAN. Indonesiakompeten.id. Berikut ini kami sampaikan modul komputer MEMASANG PERANGKAT JARINGAN KE DALAM SISTEM JARINGAN, silahkan dapat anda download melalui menu pada bagian bawah postingan ini

Ringkasan modul Materi J.611000.011.02 MEMASANG PERANGKAT JARINGAN KE DALAM SISTEM JARINGAN

Materi J.611000.011.02 MEMASANG PERANGKAT JARINGAN KE DALAM SISTEM JARINGAN


Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi merupakan salah satu media
pembelajaran yang dapat digunakan sebagai media transformasi pengetahuan,
keterampilan dan sikap kerja kepada peserta pelatihan untuk mencapai kompetensi
tertentu berdasarkan program pelatihan yang mengacu kepada Standar Kompetensi.
Modul pelatihan ini berorientasi kepada Pelatihan Berbasis Kompetensi
(Competence Based Training) diformulasikan menjadi 3 (tiga) buku, yaitu Buku
Informasi, Buku Kerja dan Buku Penilaian sebagai satu kesatuan yang tidak
terpisahkan dalam penggunaannya sebagai referensi dalam media pembelajaran bagi
peserta pelatihan dan instruktur, agar pelaksanaan pelatihan dapat dilakukan secara
efektif dan efisien. Untuk memenuhi kebutuhan pelatihan berbasis kompetensi
tersebut, maka disusunlah modul pelatihan berbasis kompetensi dengan judul
“Memasang Perangkat Jaringan ke dalam Sistem Jaringan“.
Kami berharap modul pelatihan berbasis kompetensi ini dapat membantu para
instruktur dan peserta pelatihan menjadi media yang efektif dalam proses pelatihan
berbasis kompetensi baik yang diselenggarakan oleh lembaga pelatihan milik
pemerintah maupun milik swasta guna menghasilkan luaran pelatihan yang
kompeten sesuai standar kompetensi kerja. Untuk lembaga pelatihan kerja yang
menyelenggarakan pelatihan berbasis kompetensi yang salah satu unit
kompetensinya “Memasang Perangkat Jaringan ke dalam Sistem Jaringan“
kiranya dapat menggunakan modul ini sebagai media pelatihan.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan tuntunan kepada kita semua
dalam melakukan berbagai upaya untuk menunjang proses pelaksanaan pelatihan
berbasis kompetensi guna menghasilkan tenaga kerja yang kompeten dan berdaya
saing tinggi sesuai kebutuhan pasar kerja baik nasional maupun global.

Adapun tujuan mempelajari unit kompetensi melalui buku informasi Memasang
Perangkat Jaringan ke dalam Sistem Jaringan ini guna memfasilitasi peserta latih
sehingga pada akhir pelatihan diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut:
1. Menetapkan persyaratan perangkat jaringan dari pengguna yang meliputi
kegiatan mengidentifikasi perangkat jaringan sesuai dengan kebutuhan jaringan,
menganalisa persyaratan sesuai kebutuhan teknis dan pengguna, dan
mengevaluasi persyaratan pengguna sesuai pedoman organisasi;
2. Menyiapkan perangkat jaringan yang meliputi kegiatan memilih perangkat
jaringan sesuai dengan kebutuhan, mengevaluasi perangkat jaringan sesuai
dengan kebutuhan, menetapkan perangkat jaringan sesuai dengan kebutuhan,
dan menetapkan peraturan lisensi dan keamanan;
3. Meng-install perangkat keras jaringan yang meliputi kegiatan mengatur instalasi
agar tidak ada gangguan pada operasional jaringan, memasang perangkat keras
sesuai dengan prosedur instalasi, mengkonfigurasi instalasi sesuai kebutuhan
pengguna, dan menguji instalasi yang telah terpasang untuk menjamin
terpenuhinya kebutuhan pengguna;
4. Menyediakan dukungan untuk produk-produk yang diinstal yang meliputi
kegiatan membuat dokumentasi petunjuk pengoperasian untuk pengguna dan
memberikan instruksi secara individu pada pengguna sesuai kebutuhan.

Secara umum jaringan komputer diklasifikasikan menjadi 3 jenis

beradasarkan cakupan komunikasinya yang paling banyak digunakan, yaitu Local
Area Network (LAN), Metropolitan Area Network (MAN) dan Wide Area Network
(WAN).
Infrastruktur ini dapat dimuati content komunikasi yang sepenuhnya dapat
dimanfaatkan oleh pengguna komunikasi melalui jaringan komputer tersebut,
meliputi aplikasi komunikasi langsung antar user maupun pertukaran content
komunikasi data, seperti aplikasi :
 file sharing
 print sharing
 dan lain-lain

Jaringan peer to peer bekerja secara efektif untuk jaringan yang
cakupannya kecil (kurang dari 10 komputer) atau pada jaringan single LAN.
Keuntungan dari jaringan peer to peer:
- Mudah dikonfigurasi
- Low cost
- Tidak membutuhkan NOS (Network Operating System)
- Mudah dikelola
Kekurangan dari jaringan peer to peer:
- Tidak terlalu aman
- Tidak ada penampungan data terpusat atau media arsip data
- Sulit untuk mengatur version control
- Kinerja yang lebih berat karena resource sharing

Hardware atau perangkat keras merupakan elemen yang sangat vital
dalam pembentukan jaringan komputer. Apabila kekurangan satu elemen
hardware saja, maka dapat dipastikan suatu jaringan tidak akan dapat berjalan
dengan sempurnya. Berikut ini adalah beberapa hardware atau perangkat keras
yang bisa digunakan pada jaringan komputer :

1.1. Komputer server

Server merupakan salah satu perangkat yang sangat penting, karena
server merupakan pusat dari jaringan komputer. Semua data penting yang
nantinya akan disebarkan melalui jaringan internet semuanya berada pada
kompute serIver. Komputer server ini nantinya akan saling terhubung dengan komputer-komputer client, yang dapat mengakses data dari server
tersebut.
Fungsi utama dari server adalah sebagai database informasi yang
nantinya akan dikirimkan dan juga disebarkan oleh jaringan. Semua data
tersebut akan ditransmisikan melalui sistem jaringan agar nantinya dapat
sampai ke komputer client. Kecanggihan fungsi CPU pada komputer server
ini sangat penting dalam menunjang keandalan jaringan agar komputer
tidak ”hang”.
Dengan tugasnya yang harus bisa menyediakan data bagi client
yang terhubung ke dalam jaringannya, maka komputer server wajib
mampu untuk beroperasi secara penuh, yaitu 24 jam sehari. Maka dari itu,
biasanya komputer server memiliki spesifikasi yang tidak ada pada
komputer biasa pada umumnya, seperti power supply yang lebih baik,
harddisk yang memiliki kapasitas besar, processor yang jauh lebih cepat
dan tidak mudah panas, kapasitas RAM yang besar, serta berbagai
spesifikasi khusus lainnya.
Selain itu, ada baiknya komputer server diletakkan di dalam suatu
ruangan dengan sistem pendingin udara yang tetap berjalan, sehingga hal
ini dapat mengurangi peningkatan suhu panas pada komputer server.

1.2. Komputer client

Komputer client atau user, sering juga dikenal dengan istilah
terminal ataupun workstation. Secara umum, komputer client ini merupakan komputer umum yang digunakan untuk memperoleh data dari
server.
Komputer client yang sudah terhubung ke dalam jaringan, akan
dapat memperoleh informasi dan juga akses terhadap komputer server
tentunya sesuai dengan konfigurasi hak akses pada setiap role client.
Komputer client ini dioperasikan secara manual oleh user-nya, yaitu
manusia untuk berbagai macam kebutuhan, seperti mencari data, bermain
game online, ataupun keperluan lainnya.
Untuk konteksnya dalam jaringan, komputer client tidak
memerlukan spesifikasi khusus, yang tepenting adalah komputer tersebut
bisa melakukan koneksi terhadap jaringan, baik itu jaringan LAN, MAN
ataupun jaringan WAN, baik menggunakan kabel, ataupun nirkabel.

1.3. Hub

Fungsi utama dari hub adalah untuk membagi jaringan dari satu
server menuju ke komputer client dalam satu jaringan, terutama jaringan
LAN alias lokal. Secara teoritis, hub sendiri adalah sebuah hardware atau
perangkat keras yang merupakan suatu central connection point pada
suatu jaringan, yang berfungsi untuk menerima sinyal dari server atau host
dan kemudian mentransmisikannya ke client yang akan membentuk suatu
jaringan.
Dengan adanya central connection point ini, maka hub dapat
mentransmisikan data dari server menuju lebih dari satu client yang
terhubung dalam satu jaringan LAN. Apabila anda hanya ingin sekedar
membagi satu jaringan lokal ke dalam beberapa komputer saja, maka hub
merupakan salah satu perangkat keras yang tepat.
Fungsi dari hub :
 Membuat jaringan lokal dari beberapa komputer
 Mentransmisikan jaringan, terutama LAN
 Penguat sinyal dari suatu jaringan
 Mempengaruhi proses konektivitas antar jaringan
Kelemahan dari hub :
 Apabila hub mengalami kerusakan, maka keseluruhan jaringan
komputer akan mengalami kegagalan
 Tidak bisa mengatur kecepatan ataupun jumlah paket data yang
ditransmisikan ke komputer client

1.4. Switch

Switch memiliki fungsi yang sama seperti hub, yaitu dapat
membantu memecah-mecah jaringan lokal. Dari satu komputer server atau
host, anda dapat menggunakan switch untuk mengkoneksikan lebih dari
satu komputer client ke dalam satu jaringan LAN atau lokal.
Yang membedakan fungsi hub dengan switch adalah
kemampuannya. Switch memiliki kemampuan yang lebih pintar daripada
hub, karena switch mampu membatasi dan juga mengatur jumlah paket
data yang ditransmisikan ke dalam komputer client yang terhubung dalam
jaringan. Jadi, dengan menggunakan switch, pengaturan data antar client
bisa dibedakan.
Fungsi utama dari switch :
 Untuk menerima sinyal dan juga data dari komputer atau server
 Mentransmisikan data dari server atau host ke dalam jaringan dan
kepada client
 Memperkuat sinyal yang ditransmisikan dari server atau host
menuju client
 Dapat mengatur dan juga membatasi jumlah paket data yang
ditransmisikan kepada client.
 Sebagai central connection point
 Dapat berfungsi sebagai repeater
 Sebagai splitter atau pemisah antar komputer di dalam suatu
jaringan.

1.5. Bridge

Bridge memiliki fungsi utama untuk menjembatani jaringan. Maksud
dari menjembatani jaringan adalah bridge dapat menggabungkan lebih dari
satu jaringan lokal ke dalam satu jaringan lokal yang lebih luas, ataupun
sebaliknya, memecah satu jaringan lokal / LAN yang luas menjadi
beberapa jaringan lokal yang lebih kecil. Selain itu, bridge juga dapat
menjadi penghubung antar dua atau lebih jaringan lokal dengan topologi
jaringan yang berbeda-beda.
Fungsi bridge akan sangat terasa apabila anda berada di dalam
lingkungan instansi besar, yang terdiri dari beberapa ruangan kantor atau
divisi yang letak gedungnya berjauhan. Seluruh komputer antar gedung
akan dapat tetap saling terhubung dengan satu jaringan LAN induk dengan
menggunakan bridge.
Fungsi dan keunggulan bridge
 Memecah jaringan LAN yang besar, menjadi jaringan-jaringan kecil
untuk gedung atau ruangan tertentu
 Menghemat biaya operasional, hanya membutuhkan satu server saja
untuk banyak gedung dalam jangkauan yang luas
 Bisa digunakan untuk memecah jaringan LAN hingga ke luar pulau
 Menjaga keamanan data dari suatu organisasi
 Mempermudah proses monitoring pada suatu jaringan yang lebih
kecil

1.6. Router

Router sendiri secara teknis memiliki fungsi untuk menyalurkan
koneksi internet melalui protokol TCP IP menuju komputer client.
Secara khusus, fungsi router bisa seperti access point, dimana bisa
meneruskan koneksi internet dari broadband atau provider mernuju lokasi
komputer client. Namun demikian, pada dasarnya fungsi router jauh lebih
banyak dari pada itu, karena router digunakan untuk memberikan rute
atau jalan-jalan tertentu bagi paket data yang
Contoh penggunaan router biasanya berada di perkantoran atau
kampus, dimana router akan menerima sinyal paket data, dan kemudian
router akan melakukan proses routing paket data tersebut ke lokasi-lokasi
yang sudah ditentukan sebelumnya oleh operator router.
Router sangat cocok untuk digunakan pada satu atau lebih gedung
perkantoran, kampus, ataupun mall untuk mentransmisikan paket-paket
data ke dalam access point. Dalam hal ini, router memang memiliki peran
ganda yang tumpang tindih dengan access point dalam jaringan komputer.

1.7. Access Point

Apabila anda mengetahui bahwa router memilki fungsi yang sama
seperti access point, lalu apa keunggulan dari access point? Access point
memiliki keunggulan, yaitu harganya yang lebih murah dibandingkan
dengan router, serta pengaplikasiannya yang jauh lebih sederhana.
Access point hanya digunakan untuk memancarkan sinyal wireless
yang diterima dari router ataupun broadband untuk membuat suatu
jaringan WLAN atau wireless area network. Fungsi ini jauh lebih sederhana
apabila dibandingkan dengan router, yang memiliki fungsi yang sangat
kompleks dan banyak.
Keunggulan access point :
 Harga yang lebih murah
 Perawatan yang lebih mudah
 Bisa langsung tersambung dengan router ataupun broadband
 Sudah mendukung penggunaan wireless (yang saat ini access point
juga sering kita kenal dengan istilah hotspot)
 Dapat digunakan dalam ruangan kecil hingga sedang

1.8. Kabel

Umumnya kabel jaringan yang paling banyak digunakan adalah
kabel UTP (Unshielded Twisted Pair), Coaxial, dan juga kabel Fiber Optic.
Tentu saja penggunaan kabel dalam jaringan komputer sangat efisien,
terutama ketika anda ingin membangun sebuah jaringan lokal, karena
biaya yang lebih murah dibandingkan dengan perangkat wireless.

1.9. NIC atau Ethernet Card

NIC merupakan kependekan dari Network Interface Card, yang
merupakan suatu kartu yang juga kita kenal dengan istilah ethernet card,
yang memegang peranan penting dalam jaringan komputer. Ethernet card
merupakan kartu jaringan yang ditanamnkan pada komputer, yang mana
akan membuat sebuah komputer mampu terhubung ke dalam jaringan
LAN.
Dengan adanya ethernet card ini, maka setiap komputer bisa saling
terhubung ke dalam jaringan dengan menggunakan koneksi kabel. Namun
demikian, mungkin saat ini ethernet card sudah jarang digunakan,
meskipun merupakan salah satu protokol standar dalam sebuah sistem
komputer. Hal ini tidak lain dan juga tidak bukan adalah karena penemuan
teknologi wireless yang lebih praktis dan juga mudah untuk diaplikasikan
Untuk lebih jelasnya mengenai ethernet, anda bisa membaca manfaat LAN
card dan juga fungsi LAN Card.

1.10. Modem

Perangkat keras berikutnya yang merupakan perangkat penting
dalam jaringan komputer adalah modem. Modem merupakan kepanjangan
dari modulator dan demodulator. Secara harafiah itu berarti modem
merupakan suatu bentuk komunikasi dua arah yang dimana modem bisa
melakukan proses perubahan data sinyal digital menjadi analog, dan
kemudian bisa merubah kembali sinyal tersbut menjadi digital agar bisa
digunakan di dalam komputer.
Saat ini perkembangan modem sudah jauh lebih pesat, dulu,
modem digunakan untuk menggunakan koneksi Dial-up yang dikenal
dengan nama Modem ADSL. Saat ini, modem sudah berbentuk USB,
sehingga mudah digunakan. Selain itu, ada pula modem yang memiliki
fungsi yang digabung dengan router, sehingga semua fungsi modem,
router dan juga access point berada di dalam satu alat saja.

1.11. Konektor

Konektor merupakan alat yang di pasang pada masing masing ujung
kabel jaringan untuk menghubungkan adapter network dengan kabel.
Berbagai jenis konektor jaringan ini harus disesuaikan dengan tipe dan
jenis kabel jaringan yang dipakai.
 Konektor RJ-45 digunakan untuk Kabel UTP

1.12. Repeater

Repeater merupakan perangkat keras jaringan komputer untuk
memperkuat sinyal jika digunakan pada jarak yang jauh. Dengan adanya
repeater ini jaringan yang tidak terjangkau oleh jarak yang cukup jauh
dalam suatu jaringan LAN, dapat dikembangkan dan di tarik agak jauh dan
memperoleh sinyal yang cukup

04 Penilaian.pdf
01 Modul.pdf
02 Informasi.pdf
03 Kerja.pdf

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Materi J.611000.011.02 MEMASANG PERANGKAT JARINGAN KE DALAM SISTEM JARINGAN"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel